MAKALAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
“DAMPAK PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN TERHADAP POLA PIKIR PADA
PESERTA DIDIK”
DI SUSUN OLEH:
1.
ELFANDARI
2.
YULIA RIMA DONA
3.
LULUIL MAKNUN
4.
PUTRI NAIRIYAH
5.
BAGUS
6.
ARI
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
JAKARTA , 2012
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Perkembangan peserta didik tidak
bisa lepas dari pengaruh perkembangan kebudayaan yang terjadi saat
ini.Kebudayaan Indonesia sangat kental terasa pada peserta didik di daerah
terpencil sehingga masih terjaga.Sedangkan para peserta didik yg berada di
daerah perkotaan,perkembangan kebudayaan timur tersebut sudah di pengaruhi oleh
kebudayaan barat yang mempunyai dampak yang buruk.Jika tidak di beri batasan mengenai perkembangan
budaya barat terhadap para peserta didik maka kebudayaan timur yang menjunjung
nilai-nilai kesopanan maka akan rusak oleh hal tersebut serta akan bedampak
negatif.
Ki Hajar
Dewantara mendefinisikan kebudayaan sebagai kemenangan atau hasil perjuangan hidup,
yakni perjuangannya terhadap 2 kekuatan yang kuat dan abadi, alam dan zaman.
Kebudayaan tidak pernah mempunyai bentuk yang abadi, tetapi terus menerus
berganti-gantinya alam dan zaman.
Merambahnya budaya asing ke
Indonesia melalui sarana multi media massa (elektronik, cetak) serta media
dunia maya (internet) sangat mempengaruhi perkembangan budaya Indonesia dan
pola pikir yang terjadi terhadap perkembangan pola pikir para peserta didik.
Dampak yang ditimbulkan ada yang bersifat positif dan ada yang negatif. Jika kebudayaan
asing yang bersifat negatif memasuki sendi-sendi kehidupan bangsa, terutama
para peserta didik tanpa diimbangi upaya pelestarian nilai-nilai budaya bangsa
dikhawatirkan Bangsa Indonesia akan kehilangan jati diri sebagai bangsa. betapa
pentingnya kita mencintai budaya ini dan mempertahankannya di tengah ”ancaman”
budaya barat,
B.
TUJUAN
1.
Tujuan Umum
Dalam makalah yang kami buat ini
diharapkan dapat menambah wawasan kami dan pembaca untuk dapat menentukan
kepribadian yang baik dalam ruang lingkup budaya di sekitar kita.
2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan makalah ini adalah :
· Mengetahui peran budaya dalam pembentukan kepribadian para peserta didik.
· Mengetahui berbagai macam masalah
tentang kebudayaan terhadap peserta didik.
· Mengetahui cara mengatasi permasalahan
mengenai kebudayaan yang mempengaruhi para peserta didik.
C.
RUMUSAN MASALAH
·
Dampak
Positif perkembangan kebudayaan terhadap para peserta didik.
·
Pengaruh
yang di timbulkan dari perkembangan kebudayaan timur dan barat terhadap peserta
didik.
·
Dampak
negatif perkembangan kebudayaan timur dan barat terhadap peserta didik.
D.
MANFAAT
Agar
mahasiswa lebih mengerti tentang definisi masalah,dampak positif-negatif dan
manfaat yang di dapat dari perkembangan kebudayaan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
DEFINISI BUDAYA
Budaya adalah
suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang
rumit, termasuk sistem agama dan politik,
adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian,bangunan,
dan karya seni. Bahasa,
sebagaimana juga budaya,
merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang
cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha
berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya
dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu
dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks,
abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif.
Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial
manusia.
Beberapa
alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari
budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu
perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang
mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang
memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti
"individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu
dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan
kolektif" di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali
anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya
yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan
hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren
untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan
perilaku orang lain.
B.
PERKEMBANGAN BUDAYA DI BIDANG PENDIDIKAN INDONESIA
Perkembangan budaya di Indonesia sejalan dengan perkembangan IPTEK yang
sangat pesat saat ini. Tingkat ekonomi, pendidikan dan sosiologi turut
mempengaruhi budaya di Indonesia.
Telah kita ketahui bersama bahwasanya pendidikan lahir seiring dengan
keberadaan manusia, bahkan dalam proses pembentukan masyarakat pendidikan ikut
andil untuk menyumbangkan proses-proses perwujudan pilar-pilar penyangga masyarakat. Dalam hal
ini, kita bisa mengingat salah satu ungkapan para tokoh antropologi seperti
Goodenough, 1971; Spradley, 1972; dan Geertz, 1973 mendefinisikan arti
kebudayaan di mana kebudayaan merupakan suatu sistem pengetahuan, gagasan dan
ide yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat yang berfungsi sebagai landasan
pijak dan pedoman bagi masyarakat itu dalam bersikap dan berperilaku dalam
lingkungan alam dan sosial di tempat mereka berada (Sairin , 2002).
Sebagai sistem pengetahuan dan gagasan, kebudayaan yang
dimiliki suatu masyarakat merupakan kekuatan yang tidak tampak (invisble
power), yang mampu menggiring dan mengarahkan manusia pendukung kebudayaan itu
untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan pengetahuan dan gagasan yang
menjadi milik masyarakat tersebut, baik di bidang ekonomi, sosial, politik,
kesenian dan sebagainya.
Sebagai suatu sistem, kebudayaan tidak diperoleh manusia
dengan begitu saja secara ascribed, tetapi melalui proses belajar yang
berlangsung tanpa henti, sejak dari manusia itu dilahirkan sampai dengan ajal
menjemputnya. Proses belajar dalam konteks kebudayaan bukan hanya dalam bentuk
internalisasi dari sistem “pengetahuan” yang diperoleh manusia melalui
pewarisan atau transmisi dalam keluarga, lewat sistem pendidikan formal di
sekolah atau lembaga pendidikan formal lainnya, melainkan juga diperoleh
melalui proses belajar dari berinteraksi dengan lingkungan alam dan sosialnya.
Melalui pewarisan kebudayaan dan internalisasi pada setiap
individu, pendidikan hadir dalam bentuk sosialisasi kebudayaan, berinteraksi
dengan nilai-nilai masyarakat setempat dan memelihara hubungan timbal balik
yang menentukan proses-proses perubahan tatanan sosio-kultur masyarakat dalam rangka mengembangkan kemajuan peradabannya.
Sebaliknya, dimensi-dimensi sosial yang senantiasa
mengalami dinamika perkembangan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi merupakan faktor dominan yang telah membentuk eksistensi pendidikan
manusia. Penggunaan alat dan sarana kebutuhan hidup yang modern telah
memungkinkan pola pikir dan sikap manusia untuk memproduk nilai-nilai baru
sesuai dengan intensitas pengaruh teknologi terhadap tatanan kehidupan sosial
budaya.
Dalam hal ini, pendidikan menjadi instrumen kekuatan
sosial masyarakat untuk mengembangkan suatu sistem pembinaan anggota masyarakat
yang relevan dengan tuntutan perubahan zaman. Abad globalisasi telah menyajikan
nilai-nilai baru, pengertian-pengertian baru serta perubahan-perubahan di
seluruh ruang lingkup kehidupan manusia yang waktu kedatangannya tidak bisa
diduga-duga. Sehingga dunia pendidikan merasa perlu untuk membekali diri dengan
perangkat pembelajaran yang dapat memproduk manusia zaman sesuai dengan
atmosfir tuntutan global. Penguasaan teknologi informasi, penyediaan SDM yang
profesional, terampil dan berdaya guna bagi masyarakat, kemahiran menerapkan
Iptek, perwujudan tatanan sosial masyarakat yang terbuka, demokratis, humanis
serta progresif dalam menghadapi kemajuan jaman merupakan beberapa bekal mutlak
yang harus dimiliki oleh semua bangsa di dunia ini yang ingin tetap bertahan menghadapi
tata masyarakat baru berwujud globalisasi.
Melihat urgensi hubungan antara pendidikan dan dinamika
sosial budaya, sosiologi pendidikan berusaha menerapkan analisis ilmiah untuk
memahami fenomena pendidikan dalam hubungannya dengan perubahan sosial-kebudayaan.
Di mana pada langkah awalnya akan dibangun suatu proses penjelasan hakikat
kebudayaan sebagai wahana tumbuh kembangnya eksistensi pendidikan terhadap
anggota masyarakat. Sebagai salah satu perangkat kebudayaan pendidikan akan
melakukan tugas-tugas kelembagaan sesuai dengan hukum perkembangan masyarakat.
Dari sini dapat kita amati bersama sebuah alur pembahasan hubungan dialektik
antara pendidikan dengan realitas perkembangan sosial faktual yang saat ini
tengah menggejala pada hampir seluruh masyarakat dunia.
Menurut ajaran Rousseau dalam Dalyono (2001:106), “Manusia
itu pada dasarnya baik, ia jadi buruk dan jahat karena pengaruh kebudayaan.”
Namun, pengaruh budaya yang lebih fatal terjadi apabila sebagian besar
masyarakat mengalami keterbelakangan budaya. Tirtarahardja (2000:246)
menggambarkan bahwa keterbelakangan budaya terjadi akibat dari sekelompok
masyarakat yang tidak mau mengubah cara dan kebiasaan yang selama ini
mengganggap dirinya sudah maju. Pada kelompok ini mereka tidak mau menerima
segala macam pembaharuan dan tidak mau mengubah tradisi yang selama ini sudah
diyakini kebenarannya.
Menurut Koentjaraningrat (1990:147), “faktor budaya
berkaitan dengan kultur masyarakat yang berupa persepsi/pandangan, adat
istiadat, dan kebiasaan.” Peserta didik selalu melakukan kontak dengan
masyarakat. Pengaruh-pengaruh budaya yang negatif dan salah terhadap dunia
pendidikan akan turut berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak.
Peserta didik yang bergaul dengan teman-temannya yang tidak sekolah atau putus
sekolah akan terpengaruh dengan mereka. Dalam hal ini Slameto (2003:73)
berpendapat, “Banyak siswa gagal belajar akibat karena mereka tidak mempunyai
budaya belajar yang baik. Mereka kebanyakan hanya menghafal pelajaran.”
Pendapat tersebut dipertegas pula oleh William H. Burton
dalam Hamalik (2004:26) yang temasuk dalam salah satu prinsip belajar, yaitu:
“Proses belajar terutama terdiri dari berbuat hal-hal yang harus dipelajari di
samping bermacam-macam hal lain yang ikut membantu proses belajar itu.”
Berdasarkan beberapa pendapat di atas secara implisit
menyatakan bahwa budaya belajar siswa mempunyai keterkaitan dengan prestasi
belajar, sebab dalam budaya belajar mengandung kebiasaan belajar dan cara-cara
belajar yang dianut oleh siswa. Pada umumnya setiap orang (siswa) bertindak
berdasarkan force of habit (menurut kebiasaannya) sekalipun ia tahu,
bahwa ada cara lain yang mungkin lebih menguntungkan.
Sehubungan dengan hal itu, budaya belajar siswa akan menjadi
tradisi yang dianut oleh siswa. Tradisi tersebut akan selalu melekat di dalam
setiap tindakan dan perilaku siswa sehari-hari baik di sekolah, di rumah maupun
di lingkungan masyarakat. Misalnya tradisi dalam memanfaatkan waktu belajar,
disiplin dalam belajar, kegigihan/keuletan dalam belajar, dan konsisten dalam
menerapkan cara belajar efektif.
C. PENGARUH POSITIF BUDAYA ASING
TERHADAP PELAJAR INDONESIA
1.
Semakin cepatnya penguasaan
tekhnologi oleh kalangan pelajar indonesia.
Salah satu hal positif yang
dirasakan cukup baik sebagai dampak globalisasi di bidang tekhnologi adalah
semakin cepatnya penguasaan tekhnologi oleh kalangan pelajar. Kita bisa
membandingkan dengan golongan terlebih dahulu yang sampai saat ini masih buta
akan perkembangan tekhnologi dalam menggunakan fasilitas berbagai tekhnologi.
Era internet telah melahirkan para
remaja yang cakap dalam penguasaan berbagai bidang tekhnologi. Penguasaan
tekhnologi tak lain memberikan dampak kemudahan terhadap sistem kemudahan
pelajar itu sendiri.
2.
Meningkatkan kreatifitas dan ruang berkarya pada Pelajar Indonesia.
Masuknya berbagai budaya asing serta
berbagai sistem kehidupan ekonomi dari luar akan memperkaya ruang kreatifitas
para pelajar. Para pelajar akan lebih terbuka pikiran dan wawasannya. Ruang
belajar dan nilai-nilai baru yang ia terima dari asing di satu sisi akan
berimbas pada daya kreatifitas para pelajar.
3.
Mengenal budaya asing sebagai
ruang pembelajaran.
Kehidupan negara-negara maju merupakan kehidupan yang jauh
lebih mudah,teratur, dan canggih. Para pelajar bisa banyak belajar dari lingkungan
kehidupan negara-negara maju.
4.
Proses pembelajaran dengan menggunakan homeschooling.
Homeschooling
tadinya berasal dari budaya asing, khususnya kebudayaan barat. Homeschooling
awalnya diciptakan untuk keefektivan dalam belajar mengajar, agar siswa dapat
mampu lebih memahami dalam suatu materi. Selain itu dari segi waktu dengan
homeschooling dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
5.
Konsep pembelajaran
menggunakan multimedia.
Hal
ini sudah mulai banyak kita jumpai pada sekolah-sekolah di Indonesia yang
bertaraf internasional. Dalam kegiatan belajar mengajar, menggunakan laptop dan
OHP.
6.
Penggunaan bahasa asing.
Tentunya hal ini akan menunjang siswa,
mempersiapkan siswa kelak dalam menghadapi persaingan global. Tetapi tentu
saja, siswa tersebut harus tetap bisa berbahasa nasional dan bahasa daerahnya.
D.
PENGARUH NEGATIF BUDAYA ASING TERHADAP PELAJAR INDONESIA
Maraknya aksi-aksi imoral anak muda dewasa ini memang sudah
cukup memprihatinkan. Apalagi ditambah pudarnya nilai-nilai budaya lokal kian
memperparah keadaan. Meskipun demikian generasi muda tidak bisa disalahkan
sepenuhnya. Banyak hal yang menyebabkan kondisi generasi muda Indonesia menjadi
kurang peka terhadap nilai-nilai budaya tradisional. Penyebab utama tentu saja
adalah masuknya budaya asing ke dalam sendi-sendi kehidupan masyrakat Indonesia.
Budaya asing yang masuk ke indonesia membawa dampak yang cukup
besar dalam kehidupan generasi muda Indonesia disaat ini. Dari semua budaya
asing yang masuk menyusupi rangka kehidupan tidak semuanya membawa dampak positif bagi
generasi muda saat ini, untuk generasi muda harus dapat memilah-milah sendiri
mana yang sebaiknya ditinggalkan dan mana yang masih dalam taraf nilai nilai
lokal untuk kemudian diaplikasikan dalam kebudayaan lokal. Dalam menyikapi
kebudayaan yang masuk, sudah barang tentu generasi muda harus berupaya
menanggulanginya agar jati diri sebagai generasi muda penerus bangsa tidak
rusak.
Pondasi utama masalah ini tentu saja
adalah arus globalisasi yang tak bisa dibendung lagi. Arus globalisasi begitu
cepat merasuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat terutama di kalangan
muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh
globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kehilangan kepribadian diri
sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul
dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.
Dari cara berpakaian banyak
remaja-remaja yang berdandan layaknya selebritis yang cenderung ke budaya
Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim, bahan yang memperlihatkan bagian
tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Padahal jika ditilik kedalam akar budaya
masyarakat Indonesia cara berpakaian tersebut jelas-jelas tidak sesuai dengan
kebudayaan. Tak ketinggalan pula gaya rambut mereka dicat beraneka warna.
Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi
identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan
mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan jati diri kepribadian bangsa.
Parahnya lagi, yang lebih membuat
hati miris bisa kita lihat saat terjadi bencana dimana-mana, dalam maupun luar.
Mereka lebih sibuk menjadikan bencana tersebut sebagai "sarana bercanda
mereka" dibandingkan membentuk solidaritas peduli bencana. Adapula yang
dengan gaya "sok bijak" menertawakan bencana tersebut.
Dilihat dari sikap, banyak anak muda
yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa
peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan
keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya yang
akhir akhir ini mulai terangkat lagi,geng motor. Dengan bersembunyi dibalik
mantel organisasi berbasis ketertarikan (interest based organization) mereka
dengan sekenanya melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan
masyarakat.
Jika pengaruh-pengaruh di atas
dibiarkan,Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara
golongan muda. Politik sudah bukan satu-satunya alat perpecahan organisasi,
generasi tua juga bukan satu satunya yang terpecah belah akibat organisasi.
Nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya
bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda
adalah penerus masa depan bangsa. Tentu sudah bisa dibayangkan apa yang akan
terjadi dimasa mendatang jika generasi muda yang nantinya akan mengisi
kehidupan bermsyarakat nasional kehilangan rasa bangga memiliki jiwa Indonesia.
Berdasarkan hasil analisa dan uraian
di atas, pengaruh negatif masuknya budaya asing terlihat cukup banyak dan
tentunya cukup menyumbangkan dalam kehancuran moral generasi muda Indonesia.
Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif
masuknya budaya asing terhadap nilai-nilai nasionalisme.
Budaya asing yang masuk ke indonesia menyebabkan multi efek. Budaya ke indonesiaan perlahan-lahan
semakin punah. berbagai iklan yang mengantarkan kita untuk hidup gaul dalam konteks modern dan tidak tradisional
sehingga memunculkan banyaknya kepentingan para individu yang mengharuskan
berada diatas kepentingan orang lain. Sehingga yang terjadi sifat individualisme semakin
berpeluang untuk menjadi budaya kesehariannya. Ini semua sebenarnya terhantui
akan praktik budaya yang sifatnya hanya memuaskan kehidupan semata.Dalam teori
modernisasi dinyatakan bahwa setiap Negara harus melakukan spesialisasi
produksisesuai dengan keuntungan komfaratif yang dimilikinya. Negara-negara
dikatulistiwa yang tanahnya subur, misalnya, lebih baik melakukan spesialisasi
dibidang produksi pertanian.Sedangkan dibumi sebelah utara, yang iklimnya tidak
cocok untuk pertanian, sebaiknyamelakukan spesialisasi produksi dibidang
Industri.Mereka harus mengembangkan tekhnologi,untuk menciptakan keunggulan
komparatif bagi negrinya.Ada dua permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dunia,
termasuk didalamnya Indonesiaya itu masalah sosial politk dan masalah ekonomi.
Maka dari dua masalah ini sangat rumit untuk diselesaikan dikarenakan
banyaknya kepentingan yang terselubung dalam masalah diatas maka tidak salah
ada sebuah ungkapan dalam suatu masyarakat yang menginginkan
kesejahteraan.Bahwa masyarakat akan percaya pada pemerintah apabila ia mampu
mejaga kestabilan ekonomiyang secara generalnya mampu menjaga proses jalannya
ekonomi itu sendiri lebih lebih dalamsuaka politik yang didalamnya berbagai
kepentingan terselubung bahkan dalam politik inimembutuhkan kejelian dan
kejeniusan dalam melihat sebuah fenomena baik itu kaitannya politik,
budaya, ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya. Semua itu mempunyai misi
yangsama ingin menciptakan sebuah perubahan. Walaupun cara yang ia gunakan
sangat beragam.Pada akhirnya, sejarahlah yang akan membuktikannya nanti.
E.
PENGARUH KEMAJUAN TEKHNOLOGI TERHADAP PELAJAR
Kemajuan teknologi saat ini tidak bisa dipisahkan
dari kehidupan masyarakat.
Kemajuan teknologi bukanlah
hal yang baru di tahun milenium ini. Kemajuan
teknologi berkembang sangat pesat dalam kurun
waktu sepuluh tahun terakhir.
Bahkan alat-alat canggih pun sekarang bukan menjadi kebutuhan sekunder lagi, melainkan sudah menjadi
kebutuhan primer. Misalnya, teknologi informasi. Berbagai informasi yang terjadi di
berbagai belahan dunia kini dapat langsung
diketahui berkat kemajuan teknologi (globalisasi). Tentu kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang
begitu besar pada kehidupan umat manusia
dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar
terhadap transformasi nilai-nilai yang ada
di masyarakat. Khususnya masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran seperti Indonesia. Berkembangnya
teknologi ini menimbulkan polemik baru dikalangan generasi
muda bangsa.
Saat ini, di Indonesia dapat kita saksikan begitu
besar pengaruh kemajuan teknologi
terhadap nilai-nilai kebudayaan yang dianut masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan
(modernisasi). Saat ini dapat
kita lihat kemajuan teknologi telah mempengaruhi gaya hidup dan pola pikir kalangan remaja. Dampak
teknologi ini lebih ditekankan pada kehidupan
remaja karena merekalah yang lebih dekat dan lebih banyak berinteraksi dengan teknologi seperti
televisi, HP, ataupun internet. Merekalah yang
paling rentan terkena pengaruh atau dampak negatif dari teknologi tersebut. Kalau dulu para siswa
bersekolah dengan hanya membawa buku-buku pelajaran
ataupun alat tulis. Akan Tetapi di era sekarang para siswa berangkat sekolah dengan HP sebagai bawaan wajib
mereka. Entah sebetulnya mereka benar-benar
membutuhkan HP tersebut sebagai alat komunikasi atau tidak, yang jelas bagi remaja HP merupakan sarana gaul yang mutlak
mereka miliki. Semakin bagus HP
yang mereka punya, semakin merasa gaul dan percaya dirilah.
Memberikan alat komunikasi seperti HP kepada anak,
sesungguhnya bukan hal yang
salah. Karena dengan HP tersebut, mungkin orang tua berharap komunikasi dengan sang anak lebih mudah
dan lancar. Akan tetapi, hal tersebut menjadi
bumerang ketika ternyata HP tersebut disalahgunakan oleh anak untuk hal-hal yang negatif seperti menyimpan
foto-foto ataupun video porno dan juga digunakan
sebagai alat yang memperlancar komunikasi dengan lawan jenis untuk hal-hal yang kurang bermanfaat
seperti pacaran. Sehingga dengan HP tersebut
berdampak negatif pada anak seperti terjadinya pergaulan bebas, seks di luar nikah dan menurunnya prestasi
belajar bahkan juga bisa terjadi anak mengambil uang ataupun barang berharga milik
orang tuanya tanpa izin hanya untuk
membeli pulsa. Karena itu, orang tua hendaknya benar-benar mempertimbangkan matang-matang segala
dampak yang akan timbul sebelum memutuskan
untuk memberikan HP ataupun benda-benda lain yang sekiranya berdampak negatif terhadap perkembangan
anaknya. Selain HP, kemajuan
teknologi juga di tandai dengan masuknya akses internet.
Internet saat ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Lewat internet, mereka
bisa mengakses segala informasi dari seluruh
dunia. Tentu tak semua informasi yang disajikan adalah informasi yanglayak diakses
oleh remaja. Karena terkadang lewat internet mereka dapat dengan bebas menyaksikan segala hal yang
berbau pornografi dan pornoaksi yang
memang dapat diakses dengan mudah di dunia maya (internet). Hal ini tentu menimbulkan efek yang kurang baik
bagi perkembangan kepribadian remaja.
Dari yang semula mereka merasa tabu tentang seks, sampai akhirnya mereka melihat seksualitas yang di obral
di internet tanpa pengarahan serta bimbingan
yang tepat dan mereka merasa penasaran bahkan mencobanya. Televisi, juga merupakan produk
modernisasi yang memberikan dampak yang
besar terhadap kehidupan dan perubahan nilai-nilai di masyarakat. Banyak orang meniru gaya hidup dari publik figur
yang mereka saksikan lewat televisi. Model
baju selebritis terbaru, model potongan rambut terbaru, bahkan juga tak jarang meniru tingkah laku para
selebritis yang mereka lihat lewat televisi, tanpa
peduli apakah gaya hidup selebritis ataupun publik figur yang mereka tiru dan mereka jadikan sebagai idola itu
sesuai dengan kondisi dan situasi dimana mereka
tinggal atau tidak. Hal ini juga melanda kalangan remaja, dimana memang pada masa remaja adalah masa
dimana mereka mencari sesuatu yang dipandang
bernilai, pantas dijunjung tinggi dan dipuja, serta menjadikan idolanya itu sebagai identitasnya. Tak
heran jika kita dapati banyak para remaja yang
meniru gaya para selebritis idola mereka, dari mulai gaya rambut, gaya berbusana, bahkan gaya pacaran para
artis yang mereka saksikan lewat televisi. Pada
dasarnya teknologi diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia.
Namun beberapa ramaja kurang mampu memanfaatkannya
dengan maksimal dan pada realitanya tidak
seratus persen kaum remaja menggunakannya
secara benar. Kini kejahatan, pembodohan, perusakan akan moral yang berpotensi mengubah pola
konsumsi dan gaya hidup kaum remaja, Serta
peningkatan pelanggaran susila dalam masyarakat dapat berkembang secara pesat seiring kemajuan teknologi
itu sendiri.
Padahal jika dilihat dari segi yang positif, mungkin masalah para
remaja dalam hal belajar yang mereka dapati
bisa teratasi. Para remaja dapat belajar apa saja dari kemajuan teknologi. Bahkan jika dimanfaatkan dengan baik,
dapat merangsang interaksi, eksperimen,
pertumbuhan mental dan sosial, memotivasi untuk berprestasi, dan memperluas cakrawala pengetahuan.
Namun tampaknya para remaja lebih terbiasa dengan
hal-hal yang negatif. Mereka
terlalu membanggakan budaya barat. Sehingga budaya barat yang begitu vulgar dapat begitu leluasa
masuk dan berkembang melalui teknologi.
Sehingga efeknya, budaya dalam negeri yang turun-temurun semakin lama hanya akan menjadi sebuah kenangan.
Tidak hanya itu saja, bahkan budaya
liberal yang sangat mengendalikan individualisme menjadi marak pada saat ini. Teknologi, kebenarannya tidak
hanya menimbulkan efek negatif melainkan
ada juga efek positifnya.Semua itu tergantung pada sumber daya
manusia yang bermutu.Sekarang ini, akibat
produk modernisasi seperti televisi, HP
ataupun internet, dapat kita lihat bahwa tak ada bedanya antara gaya hidup remaja di kota dengan remaja di desa. Pada hakikatnya, kemajuan teknologi dan
pengaruhnya dalam kehidupan adalah
hal yang tak dapat dihindari.
Akan tetapi, para remaja sendiri harusnya dapat
melakukan tindakan yang bijaksana terhadap dirinya sendiri agar kemajuan teknologi yang semakin dahsyat
ini tidak sampai menggeser jati diri mereka
yang memiliki norma dan juga nilai-nilai pekerti yang luhur. Ada baiknya jika kemajuan teknologi ini
dapat mereka manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan secara bijaksana. Sehingga dapat
memajukan diri sendiri, orang sekitar,
telebih bangsa ini. Teknologi layaknya bumerang, bisa jadi alat yang bagus untuk menyerang lawan, namun juga
bisa berbalik menyerang si pengguna
apabila tidak bijak dalam pemakaiannya
F.
FAKTOR – FAKTOR
MASUK NYA BUDAYA ASING
Ø Kurangnya Penjagaan yang ketat di
wilayah gerbang Indonesia.
Dalam gerbang wilayah Indonesia, sepertinya kurang adanya
badan seleksi khusus yang bisa menyeleksi budaya-budaya asing negatif yang
masuk ke Indonesia. Seperti masih banyaknya gambar serta video porno yang
didatangkan dari luar.
Ø
Lifestyle
yang berkiblat pada barat
Saat ini banyak masyarakat Indonesia
yang meniru gaya hidup atau lifestyle orang-orang bule atau lebih berkiblat
kebarat-baratan, yakni melakukan sex bebas, berpakaian mini, gaya hidup bebas
tanpa ikatan atau biasa sering kita sebut dengan kumpul kebo. Istilah ini
digunakan kepada pasangan yang bukan muhrimnya tetapi tinggal seatap tidak
dalam tali pernikahan.
Di Indonesia gaya hidup ini tidak dibenarkan karena menyalahi beberapa norma yakni norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan. Sanksi yang diberikan bagi yang melanggar juga cukup berat terutama pada lingkungan sekitarnya. Orang-orang yang melakukan “kumpul kebo” atau tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan ini akan dipandang kurang pantas oleh warga sekitar. Sanksi yang diberikan masyarakat tidak berat tetapi cukup menyakitkan karena bisa-bisa akan mengucilkan orang yang melakukan kegiatan ini.
Di Indonesia gaya hidup ini tidak dibenarkan karena menyalahi beberapa norma yakni norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan. Sanksi yang diberikan bagi yang melanggar juga cukup berat terutama pada lingkungan sekitarnya. Orang-orang yang melakukan “kumpul kebo” atau tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan ini akan dipandang kurang pantas oleh warga sekitar. Sanksi yang diberikan masyarakat tidak berat tetapi cukup menyakitkan karena bisa-bisa akan mengucilkan orang yang melakukan kegiatan ini.
Ø Penyalagunakan Tekhnologi
Seperti sempat kita bahas diatas bahwa pemanfaatan
tekhnologi yang salah dapat mempermudah arus budaya asinya negatif yang masuk.
Seperti Internet sekarang ini internet banyak disalahgunakan untuk hal-hal negatif, seperti ada situs
porno, melakukan hal penipuan, dll. Orang-orang menyalahgunakan pemanfaatan
tekhnologi ini denga cara yang tidak benar. Orang-orang bisa mengakses dengan
mudah situs-situs porno yang mereka inginkan. Hal ini membawa dampak buruk bagi yang menikmatinya.
G.
ANTISIPASI BUDAYA ASING YANG MASUK
Bangsa
Indonesia adalah bangsa yang memiliki martabat serta harga diri bangsa yang
tinggi sehingga jangan sampai bangsa ini rusak hanya karena pengaruh-pengaruh
negatif dari pihak asing yang ingin menghancurkan mental generasi penerus
bangsa kita. Ada beberapa tindakan antisipasi yang perlu dilakukan oleh
generasi muda terhadap pengaruh asing yang sifatnya negatif diantaranya:
Ø Bersikap kritis dan teliti
Sebagai
penerus bangsa,kita harus bersikap kritis dan teliti terhadap hal-hal yang baru
didatangkan dari luar, bagaimana kita bisa memfilter apakah hal ini bisa
membawa dampak baik atau buruk bagi kita. Bersikaplah kritis terhadap sesuatu
yang baru, banyak bertanya pada orang-orang yang berkompeten dibidangnya dan
teliti apakah inovasi tersebut bisa sesuai dengan iklim indonesia dan pastikan
tidak melanggar norma-norma yang berlaku di Indonesia.
Ø Perluas Ilmu pengetahuan (IPTEK)
Sebelum
budaya asing itu masuk sebaiknya kita telah mengetahui apa inovasi- inovasi
yang masuk itu secara jelas dan rinci. Kita bisa mengetahui keguanaan hal itu
secara keilmuannya, seperti situs jaringan facebook. Facebook saat ini sedang
menjamur dikalangan masyarakat, dari berbagai usia semua menggunakan situs ini
untuk menjalin tali silaturahmi yang telah lama terputus. Tetapi ada beberapa
orang yang menyalahgunakan facebook sebagai ajang caci maki dan hina dina. Jika
kita mengetahui fungsi awal facebook itu sendiri adalah untuk menjalin tali
silaturahmi, kita tidak akan menyalahgunakan situs ini untuk berbuat yang
tidak-tidak. Sehingga kita harus mengetahui terlebih dahulu fungsinya untuk apa
dan manfaatnya seperti apa.
Ø Harus sesuai dengan Norma-norma yang
berlaku di Indonesia
Pengaruh
budaya asing yang masuk terkadang tidak sesuai dengan noram-norma yang berlaku
di Indonesia. Jika kita menyaksikan film-film luar, mereka menganut gaya hidup
yang bebas dan jika diterapkan disini melanggar beberapa norma yang ada di
Indonesia. Misalnya saja berciuman dimuka umum. Kita sering menyaksikan
film-film barat yang melakukan adegan-adegan mesra di muka umum, hal itu tidak
bisa diterapkan di Indonesia karena melanggar norma kesopanan. Biasanya di
film-film barat, wanitanya berpesta dengan menggunakan pakaian mini sambil
bermabuk-mabukan jika hal itu diterapkan di Indonesia, adat seperti itu tentu
tidak sesuai jika kita terapkan di Indonesia.
Indonesia masih memegang adat ketimuran yang sangat kental sehingga masyarakat di sini hidup dengan aturan-aturan yang berlaku dan tentunya pantas sesuai dengan adat kesopanan. Walaupun Indonesia memiliki beriburibu pulau tetapi adat istiadat mereka selalu mengajarkan kebaikan dan tidak menganjurkan perbuatan buruk untuk dilakukan.
Indonesia masih memegang adat ketimuran yang sangat kental sehingga masyarakat di sini hidup dengan aturan-aturan yang berlaku dan tentunya pantas sesuai dengan adat kesopanan. Walaupun Indonesia memiliki beriburibu pulau tetapi adat istiadat mereka selalu mengajarkan kebaikan dan tidak menganjurkan perbuatan buruk untuk dilakukan.
Ø Tanamkan “Aku Cinta Indonesia”
Maksud
dari simbol ini adalah bahwa adat istiadat yang ditularkan oleh nenek moyang
kita adalah benar adanya dan dapat membawa manfaat yang baik bagi diri kita
sendiri untuk masa kini dan kedepannya. Sehingga kita tidak mudah terbawa arus
budaya asing yang membawa kita kepada dampak yang negatif.
Ø Meningkatkan Keimanan dan ketakwaan
Seperti
telah kita bahas bahwa agama merupakan pondasi utama dalam diri yang bisa
mengontrol diri kita kepada hawa napsu yang akan mengganggu kita kedalam jurang
kenistaan. Agama sangat penting bagi kelangsungan umatnya. Apabila sesorang
sudah terbawa kedalam kesesatan, agamalah yang menjadi penolong umatnya agar
berubah kembali menjadi lebih baik.
Generasi
muda yang pintar pasti bisa memilih mana sesuatu yang baik bagi dirinya mana
yang tidak baik bagi dirinya. Terlihat didalam lingkungan sosialnya, keika ia
terjun didalam lingkungan sosialnya ia menjadi individu yang bebas dan hanya
dia yang bisa memilih ia ingin bergaul dengan siapa. Pribadi yang supel akan
bisa membawa dirinya kepada siapa saja tetapi perlu diingat menyeleksi teman
itu harus, karena pengaruh negatif dari pihak asing bisa datang dari siapa
saja, baik dari teman, tekhnologi canggih ataupun apa saja . Sehingga kita
sebagai orang timur wajib menjunjung tinggi norma dan adat ketimuran kita.
BAB III
KESIMPULAN
Budaya adalah
suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang
rumit, termasuk sistem agama dan politik,
adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian,bangunan,
dan karya seni. Bahasa,
sebagaimana juga budaya,
merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang
cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. budayalah yang menyediakan
suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan
memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Sebagai sistem pengetahuan dan gagasan, kebudayaan yang dimiliki suatu
masyarakat merupakan kekuatan yang tidak tampak (invisble power), yang mampu
menggiring dan mengarahkan manusia pendukung kebudayaan itu untuk bersikap dan
berperilaku sesuai dengan pengetahuan dan gagasan yang menjadi milik masyarakat
tersebut, baik di bidang ekonomi, sosial, politik, kesenian dan sebagainya.
Dengan demikian, pendidikan menjadi
instrumen kekuatan sosial masyarakat untuk mengembangkan suatu sistem pembinaan
anggota masyarakat yang relevan dengan tuntutan perubahan zaman. Abad
globalisasi telah menyajikan nilai-nilai baru, pengertian-pengertian baru serta
perubahan-perubahan di seluruh ruang lingkup kehidupan manusia yang waktu
kedatangannya tidak bisa diduga-duga. Sehingga dunia pendidikan merasa perlu
untuk membekali diri dengan perangkat pembelajaran yang dapat memproduk manusia
zaman sesuai dengan atmosfir tuntutan global. Penguasaan teknologi informasi,
penyediaan SDM yang profesional, terampil dan berdaya guna bagi masyarakat,
kemahiran menerapkan Iptek, perwujudan tatanan sosial masyarakat yang terbuka,
demokratis, humanis serta progresif dalam menghadapi kemajuan jaman merupakan
beberapa bekal mutlak yang harus dimiliki oleh semua bangsa di dunia ini yang
ingin tetap bertahan menghadapi tata masyarakat baru berwujud globalisasi.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas secara implisit
menyatakan bahwa budaya belajar siswa mempunyai keterkaitan dengan prestasi
belajar, sebab dalam budaya belajar mengandung kebiasaan belajar dan cara-cara
belajar yang dianut oleh siswa. Pada umumnya setiap orang (siswa) bertindak
berdasarkan force of habit (menurut kebiasaannya) sekalipun ia tahu,
bahwa ada cara lain yang mungkin lebih menguntungkan.
Pengaruh positif kebudayaan asing terhadap pelajar
Indonesia:
Ø Semakin cepatnya penguasaan tekhnologi oleh kalangan pelajar indonesia
Ø Meningkatkan kreatifitas
dan ruang berkarya pada Pelajar Indonesia
Ø Mengenal budaya asing sebagai ruang pembelajaran
Ø Proses pembelajaran dengan menggunakan
homeschooling
Ø Konsep pembelajaran menggunakan multimedia
Ø Penggunaan bahasa asing
Budaya asing yang masuk ke indonesia membawa dampak yang
cukup besar dalam kehidupan generasi muda Indonesia disaat ini. Dari semua
budaya asing yang masuk menyusupi rangka kehidupan tidak semuanya membawa dampak positif bagi
generasi muda saat ini, untuk generasi muda harus dapat memilah-milah sendiri
mana yang sebaiknya ditinggalkan dan mana yang masih dalam taraf nilai nilai
lokal untuk kemudian diaplikasikan dalam kebudayaan lokal. Dalam menyikapi
kebudayaan yang masuk, sudah barang tentu generasi muda harus berupaya
menanggulanginya agar jati diri sebagai generasi muda penerus bangsa tidak
rusak.
Banyaknya tindak kejahatan yang terjadi saat ini merupakan
salah satu bukti dari gagalnya generasi muda membedakan baik buruknya budaya
asing yang masuk.Tindak kriminal, narkoba,tawuran, perkosaan, pergaulan bebas
terjadi karena generasi muda meniru kebudayaan asing yang menurut mereka sudah
tidak tabu lagi untuk diikuti. Dalam hal ini pemerintah dan juga generasi muda
mulai saat ini, seharusnya jangan begitu saja menerima budaya asing yang masuk
agar generasi muda Indonesia tidak hancur dan generasi muda dapat membangun
Indonesia menjadi salah satu negara yang maju tanpa sepenuhnya terpengaruh
budaya asing.
Pengaruh kemajuan teknologi terhadap pelajar:
Kemajuan
teknologi saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Kemajuan teknologi bukanlah hal yang baru di tahun milenium
ini. Kemajuan teknologi berkembang sangat
pesat dalam kurun waktu
sepuluh tahun terakhir. Bahkan alat-alat canggih
pun sekarang bukan menjadi kebutuhan sekunder
lagi, melainkan sudah menjadi kebutuhan primer. Misalnya, teknologi informasi. Berbagai
informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia kini dapat langsung diketahui berkat kemajuan
teknologi (globalisasi). Tentu kemajuan teknologi
ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat manusia dengan segala peradaban dan
kebudayaannya. Perubahan ini juga memberikan
dampak yang begitu besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada di masyarakat.
Dampak teknologi
ini lebih ditekankan pada kehidupan
remaja karena merekalah yang lebih dekat dan lebih banyak berinteraksi dengan teknologi seperti
televisi, HP, ataupun internet. Seperti Internet sekarang ini internet banyak disalahgunakan untuk hal-hal
negatif, seperti ada situs porno, melakukan hal penipuan, dll. Padahal
jika dilihat dari segi
yang positif, mungkin masalah para remaja dalam hal belajar yang mereka dapati bisa teratasi. Para remaja dapat
belajar apa saja dari kemajuan teknologi. Bahkan
jika dimanfaatkan dengan baik, dapat merangsang interaksi, eksperimen, pertumbuhan mental dan
sosial, memotivasi untuk berprestasi, dan memperluas
cakrawala pengetahuan.
Faktor – faktor
masuknya udaya asing:
Ø Kurangnya Penjagaan yang ketat di
wilayah gerbang Indonesia
Ø Lifestyle yang berkiblat pada barat
Ø Penyalagunakan Tekhnologi
Antisipasi
terhadap pengaruh budaya asing:
Ø Bersikap kritis dan teliti
Ø Perluas Ilmu pengetahuan (IPTEK)
Ø Harus sesuai dengan Norma-norma yang
berlaku di Indonesia
Ø Tanamkan “Aku Cinta Indonesia”
Ø Meningkatkan Keimanan dan ketakwaan