Selasa, 10 Juli 2012

DAMPAK PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN TERHADAP POLA PIKIR PADA PESERTA DIDIK”


MAKALAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
DAMPAK PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN TERHADAP POLA PIKIR PADA PESERTA DIDIK”




DI SUSUN OLEH:
1.      ELFANDARI                                    
2.      YULIA RIMA DONA                      
3.      LULUIL MAKNUN             
4.      PUTRI NAIRIYAH                         
5.      BAGUS                                             
6.      ARI                                                          


UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
JAKARTA , 2012





BAB I
PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG
Perkembangan peserta didik tidak bisa lepas dari pengaruh perkembangan kebudayaan yang terjadi saat ini.Kebudayaan Indonesia sangat kental terasa pada peserta didik di daerah terpencil sehingga masih terjaga.Sedangkan para peserta didik yg berada di daerah perkotaan,perkembangan kebudayaan timur tersebut sudah di pengaruhi oleh kebudayaan barat yang mempunyai dampak yang buruk.Jika tidak di beri batasan mengenai perkembangan budaya barat terhadap para peserta didik maka kebudayaan timur yang menjunjung nilai-nilai kesopanan maka akan rusak oleh hal tersebut serta akan bedampak negatif.
Ki Hajar Dewantara mendefinisikan kebudayaan sebagai kemenangan atau hasil perjuangan hidup, yakni perjuangannya terhadap 2 kekuatan yang kuat dan abadi, alam dan zaman. Kebudayaan tidak pernah mempunyai bentuk yang abadi, tetapi terus menerus berganti-gantinya alam dan zaman.
Merambahnya budaya asing ke Indonesia melalui sarana multi media massa (elektronik, cetak) serta media dunia maya (internet) sangat mempengaruhi perkembangan budaya Indonesia dan pola pikir yang terjadi terhadap perkembangan pola pikir para peserta didik. Dampak yang ditimbulkan ada yang bersifat positif dan ada yang negatif. Jika kebudayaan asing yang bersifat negatif memasuki sendi-sendi kehidupan bangsa, terutama para peserta didik tanpa diimbangi upaya pelestarian nilai-nilai budaya bangsa dikhawatirkan Bangsa Indonesia akan kehilangan jati diri sebagai bangsa. betapa pentingnya kita mencintai budaya ini dan mempertahankannya di tengah ”ancaman” budaya barat,
B.     TUJUAN
1. Tujuan Umum
Dalam makalah yang kami buat ini diharapkan dapat menambah wawasan kami dan pembaca untuk dapat menentukan kepribadian yang baik dalam ruang lingkup budaya di sekitar kita.
2.  Tujuan Khusus
Adapun tujuan makalah ini adalah :
· Mengetahui peran budaya dalam pembentukan kepribadian para peserta didik.
· Mengetahui berbagai macam masalah tentang kebudayaan terhadap peserta didik.
· Mengetahui cara mengatasi permasalahan mengenai kebudayaan yang mempengaruhi para peserta didik.
C.     RUMUSAN MASALAH
·         Dampak Positif perkembangan kebudayaan terhadap para peserta didik.
·         Pengaruh yang di timbulkan dari perkembangan kebudayaan timur dan barat terhadap peserta didik.
·         Dampak negatif perkembangan kebudayaan timur dan barat terhadap peserta didik.
D.  MANFAAT
Agar mahasiswa lebih mengerti tentang definisi masalah,dampak positif-negatif dan manfaat yang di dapat dari perkembangan kebudayaan.










BAB II
PEMBAHASAN
A.    DEFINISI BUDAYA
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian,bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
            Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.




B.     PERKEMBANGAN BUDAYA DI BIDANG PENDIDIKAN INDONESIA
            Perkembangan budaya di Indonesia sejalan dengan perkembangan IPTEK yang sangat pesat saat ini. Tingkat ekonomi, pendidikan dan sosiologi turut mempengaruhi budaya di Indonesia.
Telah kita ketahui bersama bahwasanya pendidikan lahir seiring dengan keberadaan manusia, bahkan dalam proses pembentukan masyarakat pendidikan ikut andil untuk menyumbangkan proses-proses perwujudan  pilar-pilar penyangga masyarakat. Dalam hal ini, kita bisa mengingat salah satu ungkapan para tokoh antropologi seperti Goodenough, 1971; Spradley, 1972; dan Geertz, 1973 mendefinisikan arti kebudayaan di mana kebudayaan merupakan suatu sistem pengetahuan, gagasan dan ide yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat yang berfungsi sebagai landasan pijak dan pedoman bagi masyarakat itu dalam bersikap dan berperilaku dalam lingkungan alam dan sosial di tempat mereka berada (Sairin , 2002).
Sebagai sistem pengetahuan dan gagasan, kebudayaan yang dimiliki suatu masyarakat merupakan kekuatan yang tidak tampak (invisble power), yang mampu menggiring dan mengarahkan manusia pendukung kebudayaan itu untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan pengetahuan dan gagasan yang menjadi milik masyarakat tersebut, baik di bidang ekonomi, sosial, politik, kesenian dan sebagainya.
Sebagai suatu sistem, kebudayaan tidak diperoleh manusia dengan begitu saja secara ascribed, tetapi melalui proses belajar yang berlangsung tanpa henti, sejak dari manusia itu dilahirkan sampai dengan ajal menjemputnya. Proses belajar dalam konteks kebudayaan bukan hanya dalam bentuk internalisasi dari sistem “pengetahuan” yang diperoleh manusia melalui pewarisan atau transmisi dalam keluarga, lewat sistem pendidikan formal di sekolah atau lembaga pendidikan formal lainnya, melainkan juga diperoleh melalui proses belajar dari berinteraksi dengan lingkungan alam dan sosialnya.
Melalui pewarisan kebudayaan dan internalisasi pada setiap individu, pendidikan hadir dalam bentuk sosialisasi kebudayaan, berinteraksi dengan nilai-nilai masyarakat setempat dan memelihara hubungan timbal balik yang menentukan proses-proses perubahan tatanan sosio-kultur  masyarakat dalam rangka mengembangkan kemajuan peradabannya.
Sebaliknya, dimensi-dimensi sosial yang senantiasa mengalami dinamika perkembangan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan faktor dominan yang telah membentuk eksistensi pendidikan manusia. Penggunaan alat dan sarana kebutuhan hidup yang modern telah memungkinkan pola pikir dan sikap manusia untuk memproduk nilai-nilai baru sesuai dengan intensitas pengaruh teknologi terhadap tatanan kehidupan sosial budaya.
Dalam hal ini, pendidikan menjadi instrumen kekuatan sosial masyarakat untuk mengembangkan suatu sistem pembinaan anggota masyarakat yang relevan dengan tuntutan perubahan zaman. Abad globalisasi telah menyajikan nilai-nilai baru, pengertian-pengertian baru serta perubahan-perubahan di seluruh ruang lingkup kehidupan manusia yang waktu kedatangannya tidak bisa diduga-duga. Sehingga dunia pendidikan merasa perlu untuk membekali diri dengan perangkat pembelajaran yang dapat memproduk manusia zaman sesuai dengan atmosfir tuntutan global. Penguasaan teknologi informasi, penyediaan SDM yang profesional, terampil dan berdaya guna bagi masyarakat, kemahiran menerapkan Iptek, perwujudan tatanan sosial masyarakat yang terbuka, demokratis, humanis serta progresif dalam menghadapi kemajuan jaman merupakan beberapa bekal mutlak yang harus dimiliki oleh semua bangsa di dunia ini yang ingin tetap bertahan menghadapi tata masyarakat baru berwujud globalisasi.
Melihat urgensi hubungan antara pendidikan dan dinamika sosial budaya, sosiologi pendidikan berusaha menerapkan analisis ilmiah untuk memahami fenomena pendidikan dalam hubungannya dengan perubahan sosial-kebudayaan. Di mana pada langkah awalnya akan dibangun suatu proses penjelasan hakikat kebudayaan sebagai wahana tumbuh kembangnya eksistensi pendidikan terhadap anggota masyarakat. Sebagai salah satu perangkat kebudayaan pendidikan akan melakukan tugas-tugas kelembagaan sesuai dengan hukum perkembangan masyarakat. Dari sini dapat kita amati bersama sebuah alur pembahasan hubungan dialektik antara pendidikan dengan realitas perkembangan sosial faktual yang saat ini tengah menggejala pada hampir seluruh masyarakat dunia.
Menurut ajaran Rousseau dalam Dalyono (2001:106), “Manusia itu pada dasarnya baik, ia jadi buruk dan jahat karena pengaruh kebudayaan.” Namun, pengaruh budaya yang lebih fatal terjadi apabila sebagian besar masyarakat mengalami keterbelakangan budaya. Tirtarahardja (2000:246) menggambarkan bahwa keterbelakangan budaya terjadi akibat dari sekelompok masyarakat yang tidak mau mengubah cara dan kebiasaan yang selama ini mengganggap dirinya sudah maju. Pada kelompok ini mereka tidak mau menerima segala macam pembaharuan dan tidak mau mengubah tradisi yang selama ini sudah diyakini kebenarannya.
Menurut Koentjaraningrat (1990:147), “faktor budaya berkaitan dengan kultur masyarakat yang berupa persepsi/pandangan, adat istiadat, dan kebiasaan.” Peserta didik selalu melakukan kontak dengan masyarakat. Pengaruh-pengaruh budaya yang negatif dan salah terhadap dunia pendidikan akan turut berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak. Peserta didik yang bergaul dengan teman-temannya yang tidak sekolah atau putus sekolah akan terpengaruh dengan mereka. Dalam hal ini Slameto (2003:73) berpendapat, “Banyak siswa gagal belajar akibat karena mereka tidak mempunyai budaya belajar yang baik. Mereka kebanyakan hanya menghafal pelajaran.”
Pendapat tersebut dipertegas pula oleh William H. Burton dalam Hamalik (2004:26) yang temasuk dalam salah satu prinsip belajar, yaitu: “Proses belajar terutama terdiri dari berbuat hal-hal yang harus dipelajari di samping bermacam-macam hal lain yang ikut membantu proses belajar itu.”
Berdasarkan beberapa pendapat di atas secara implisit menyatakan bahwa budaya belajar siswa mempunyai keterkaitan dengan prestasi belajar, sebab dalam budaya belajar mengandung kebiasaan belajar dan cara-cara belajar yang dianut oleh siswa. Pada umumnya setiap orang (siswa) bertindak berdasarkan force of habit (menurut kebiasaannya) sekalipun ia tahu, bahwa ada cara lain yang mungkin lebih menguntungkan.
Sehubungan dengan hal itu, budaya belajar siswa akan menjadi tradisi yang dianut oleh siswa. Tradisi tersebut akan selalu melekat di dalam setiap tindakan dan perilaku siswa sehari-hari baik di sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat. Misalnya tradisi dalam memanfaatkan waktu belajar, disiplin dalam belajar, kegigihan/keuletan dalam belajar, dan konsisten dalam menerapkan cara belajar efektif.



C.    PENGARUH POSITIF BUDAYA ASING TERHADAP PELAJAR INDONESIA
1.      Semakin cepatnya penguasaan tekhnologi oleh kalangan pelajar indonesia.
            Salah satu hal positif yang dirasakan cukup baik sebagai dampak globalisasi di bidang tekhnologi adalah semakin cepatnya penguasaan tekhnologi oleh kalangan pelajar. Kita bisa membandingkan dengan golongan terlebih dahulu yang sampai saat ini masih buta akan perkembangan tekhnologi dalam menggunakan fasilitas berbagai tekhnologi.
            Era internet telah melahirkan para remaja yang cakap dalam penguasaan berbagai bidang tekhnologi. Penguasaan tekhnologi tak lain memberikan dampak kemudahan terhadap sistem kemudahan pelajar itu sendiri.
2.      Meningkatkan kreatifitas dan ruang berkarya pada Pelajar Indonesia.
            Masuknya berbagai budaya asing serta berbagai sistem kehidupan ekonomi dari luar akan memperkaya ruang kreatifitas para pelajar. Para pelajar akan lebih terbuka pikiran dan wawasannya. Ruang belajar dan nilai-nilai baru yang ia terima dari asing di satu sisi akan berimbas pada daya kreatifitas para pelajar.
3.      Mengenal budaya asing sebagai ruang pembelajaran.
Kehidupan negara-negara maju merupakan kehidupan yang jauh lebih mudah,teratur, dan canggih. Para pelajar bisa banyak belajar dari lingkungan kehidupan negara-negara maju.
4.      Proses pembelajaran dengan menggunakan homeschooling.
            Homeschooling tadinya berasal dari budaya asing, khususnya kebudayaan barat. Homeschooling awalnya diciptakan untuk keefektivan dalam belajar mengajar, agar siswa dapat mampu lebih memahami dalam suatu materi. Selain itu dari segi waktu dengan homeschooling dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. 




5.          Konsep pembelajaran menggunakan multimedia.
Hal ini sudah mulai banyak kita jumpai pada sekolah-sekolah di Indonesia yang bertaraf internasional. Dalam kegiatan belajar mengajar, menggunakan laptop dan OHP. 
6.         Penggunaan bahasa asing.
 Tentunya hal ini akan menunjang siswa, mempersiapkan siswa kelak dalam menghadapi persaingan global. Tetapi tentu saja, siswa tersebut harus tetap bisa berbahasa nasional dan bahasa daerahnya.
D.    PENGARUH NEGATIF BUDAYA ASING  TERHADAP PELAJAR INDONESIA
Maraknya aksi-aksi imoral anak muda dewasa ini memang sudah cukup memprihatinkan. Apalagi ditambah pudarnya nilai-nilai budaya lokal kian memperparah keadaan. Meskipun demikian generasi muda tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Banyak hal yang menyebabkan kondisi generasi muda Indonesia menjadi kurang peka terhadap nilai-nilai budaya tradisional. Penyebab utama tentu saja adalah masuknya budaya asing ke dalam sendi-sendi kehidupan masyrakat Indonesia.
Budaya asing yang masuk ke indonesia membawa dampak yang cukup besar dalam kehidupan generasi muda Indonesia disaat ini. Dari semua budaya asing yang masuk menyusupi rangka kehidupan  tidak semuanya membawa dampak positif bagi generasi muda saat ini, untuk generasi muda harus dapat memilah-milah sendiri mana yang sebaiknya ditinggalkan dan mana yang masih dalam taraf nilai nilai lokal untuk kemudian diaplikasikan dalam kebudayaan lokal. Dalam menyikapi kebudayaan yang masuk, sudah barang tentu generasi muda harus berupaya menanggulanginya agar jati diri sebagai generasi muda penerus bangsa tidak rusak.
Pondasi utama masalah ini tentu saja adalah arus globalisasi yang tak bisa dibendung lagi. Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.
Dari cara berpakaian banyak remaja-remaja yang berdandan layaknya selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim, bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Padahal jika ditilik kedalam akar budaya masyarakat Indonesia cara berpakaian tersebut jelas-jelas tidak sesuai dengan kebudayaan. Tak ketinggalan pula gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan jati diri kepribadian bangsa.
Parahnya lagi, yang lebih membuat hati miris bisa kita lihat saat terjadi bencana dimana-mana, dalam maupun luar. Mereka lebih sibuk menjadikan bencana tersebut sebagai "sarana bercanda mereka" dibandingkan membentuk solidaritas peduli bencana. Adapula yang dengan gaya "sok bijak" menertawakan bencana tersebut.
Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya yang akhir akhir ini mulai terangkat lagi,geng motor. Dengan bersembunyi dibalik mantel organisasi berbasis ketertarikan (interest based organization) mereka dengan sekenanya melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.
Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan,Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Politik sudah bukan satu-satunya alat perpecahan organisasi, generasi tua juga bukan satu satunya yang terpecah belah akibat organisasi. Nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Tentu sudah bisa dibayangkan apa yang akan terjadi dimasa mendatang jika generasi muda yang nantinya akan mengisi kehidupan bermsyarakat nasional kehilangan rasa bangga memiliki jiwa Indonesia.
Berdasarkan hasil analisa dan uraian di atas, pengaruh negatif masuknya budaya asing terlihat cukup banyak dan tentunya cukup menyumbangkan dalam kehancuran moral generasi muda Indonesia. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif masuknya budaya asing terhadap nilai-nilai nasionalisme.
Budaya asing yang masuk ke indonesia menyebabkan multi efek. Budaya ke indonesiaan perlahan-lahan semakin punah. berbagai iklan yang mengantarkan kita untuk hidup gaul dalam konteks modern dan tidak tradisional sehingga memunculkan banyaknya kepentingan para individu yang mengharuskan berada diatas kepentingan orang lain. Sehingga yang terjadi sifat individualisme semakin berpeluang untuk menjadi budaya kesehariannya. Ini semua sebenarnya terhantui akan praktik budaya yang sifatnya hanya memuaskan kehidupan semata.Dalam teori modernisasi dinyatakan bahwa setiap Negara harus melakukan spesialisasi produksisesuai dengan keuntungan komfaratif yang dimilikinya. Negara-negara dikatulistiwa yang tanahnya subur, misalnya, lebih baik melakukan spesialisasi dibidang produksi pertanian.Sedangkan dibumi sebelah utara, yang iklimnya tidak cocok untuk pertanian, sebaiknyamelakukan spesialisasi produksi dibidang Industri.Mereka harus mengembangkan tekhnologi,untuk menciptakan keunggulan komparatif bagi negrinya.Ada dua permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dunia, termasuk didalamnya Indonesiaya itu masalah sosial politk dan masalah ekonomi. Maka dari dua masalah ini sangat rumit untuk diselesaikan dikarenakan banyaknya kepentingan yang terselubung dalam masalah diatas maka tidak salah ada sebuah ungkapan dalam suatu masyarakat yang menginginkan kesejahteraan.Bahwa masyarakat akan percaya pada pemerintah apabila ia mampu mejaga kestabilan ekonomiyang secara generalnya mampu menjaga proses jalannya ekonomi itu sendiri lebih lebih dalamsuaka politik yang didalamnya berbagai kepentingan terselubung bahkan dalam politik inimembutuhkan kejelian dan kejeniusan dalam melihat sebuah fenomena baik itu kaitannya politik, budaya, ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya. Semua itu mempunyai misi yangsama ingin menciptakan sebuah perubahan. Walaupun cara yang ia gunakan sangat beragam.Pada akhirnya, sejarahlah yang akan membuktikannya nanti.

E.     PENGARUH KEMAJUAN TEKHNOLOGI TERHADAP PELAJAR

Kemajuan teknologi saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Kemajuan teknologi bukanlah hal yang baru di tahun milenium ini. Kemajuan teknologi berkembang sangat pesat dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Bahkan alat-alat canggih pun sekarang bukan menjadi kebutuhan sekunder lagi, melainkan sudah menjadi kebutuhan primer. Misalnya, teknologi informasi. Berbagai informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia kini dapat langsung diketahui berkat kemajuan teknologi (globalisasi). Tentu kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada di masyarakat. Khususnya masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran seperti Indonesia. Berkembangnya teknologi ini menimbulkan polemik baru dikalangan generasi muda bangsa.
Saat ini, di Indonesia dapat kita saksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai kebudayaan yang dianut masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan (modernisasi). Saat ini dapat kita lihat kemajuan teknologi telah mempengaruhi gaya hidup dan pola pikir kalangan remaja. Dampak teknologi ini lebih ditekankan pada kehidupan remaja karena merekalah yang lebih dekat dan lebih banyak berinteraksi dengan teknologi seperti televisi, HP, ataupun internet. Merekalah yang paling rentan terkena pengaruh atau dampak negatif dari teknologi tersebut. Kalau dulu para siswa bersekolah dengan hanya membawa buku-buku pelajaran ataupun alat tulis. Akan Tetapi di era sekarang para siswa berangkat sekolah dengan HP sebagai bawaan wajib mereka. Entah sebetulnya mereka benar-benar membutuhkan HP tersebut sebagai alat komunikasi atau tidak, yang jelas bagi remaja HP merupakan sarana gaul yang mutlak mereka miliki. Semakin bagus HP yang mereka punya, semakin merasa gaul dan percaya dirilah.
Memberikan alat komunikasi seperti HP kepada anak, sesungguhnya bukan hal yang salah. Karena dengan HP tersebut, mungkin orang tua berharap komunikasi dengan sang anak lebih mudah dan lancar. Akan tetapi, hal tersebut menjadi bumerang ketika ternyata HP tersebut disalahgunakan oleh anak untuk hal-hal yang negatif seperti menyimpan foto-foto ataupun video porno dan juga digunakan sebagai alat yang memperlancar komunikasi dengan lawan jenis untuk hal-hal yang kurang bermanfaat seperti pacaran. Sehingga dengan HP tersebut berdampak negatif pada anak seperti terjadinya pergaulan bebas, seks di luar nikah dan menurunnya prestasi belajar bahkan juga  bisa terjadi anak mengambil uang ataupun barang berharga milik orang tuanya tanpa izin hanya untuk membeli pulsa. Karena itu, orang tua hendaknya benar-benar mempertimbangkan matang-matang segala dampak yang akan timbul sebelum memutuskan untuk memberikan HP ataupun benda-benda lain yang sekiranya berdampak negatif terhadap perkembangan anaknya. Selain HP, kemajuan teknologi juga di tandai dengan masuknya akses internet. Internet saat ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Lewat internet, mereka bisa mengakses segala informasi dari seluruh dunia. Tentu tak semua informasi yang disajikan adalah informasi yanglayak  diakses oleh remaja. Karena terkadang lewat internet mereka dapat dengan bebas menyaksikan segala hal yang berbau pornografi dan pornoaksi yang memang dapat diakses dengan mudah di dunia maya (internet). Hal ini tentu menimbulkan efek yang kurang baik bagi perkembangan kepribadian remaja. Dari yang semula mereka merasa tabu tentang seks, sampai akhirnya mereka melihat seksualitas yang di obral di internet tanpa pengarahan serta bimbingan yang tepat dan mereka merasa penasaran bahkan mencobanya. Televisi, juga merupakan produk modernisasi yang memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan dan perubahan nilai-nilai di masyarakat. Banyak orang meniru gaya hidup dari publik figur yang mereka saksikan lewat televisi. Model baju selebritis terbaru, model potongan rambut terbaru, bahkan juga tak jarang meniru tingkah laku para selebritis yang mereka lihat lewat televisi, tanpa peduli apakah gaya hidup selebritis ataupun publik figur yang mereka tiru dan mereka jadikan sebagai idola itu sesuai dengan kondisi dan situasi dimana mereka tinggal atau tidak. Hal ini juga melanda kalangan remaja, dimana memang pada masa remaja adalah masa dimana mereka mencari sesuatu yang dipandang bernilai, pantas dijunjung tinggi dan dipuja, serta menjadikan idolanya itu sebagai identitasnya. Tak heran jika kita dapati banyak para remaja yang meniru gaya para selebritis idola mereka, dari mulai gaya rambut, gaya berbusana, bahkan gaya pacaran para artis yang mereka saksikan lewat televisi. Pada dasarnya teknologi diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia.
Namun beberapa ramaja kurang mampu memanfaatkannya dengan maksimal dan pada realitanya tidak seratus persen kaum remaja menggunakannya secara benar. Kini kejahatan, pembodohan, perusakan akan moral yang berpotensi mengubah pola konsumsi dan gaya hidup kaum remaja, Serta peningkatan pelanggaran susila dalam masyarakat dapat berkembang secara pesat seiring kemajuan teknologi itu sendiri.



Padahal jika dilihat dari segi yang positif, mungkin masalah para remaja dalam hal belajar yang mereka dapati bisa teratasi. Para remaja dapat belajar apa saja dari kemajuan teknologi. Bahkan jika dimanfaatkan dengan baik, dapat merangsang interaksi, eksperimen, pertumbuhan mental dan sosial, memotivasi untuk berprestasi, dan memperluas cakrawala pengetahuan.
Namun tampaknya para remaja lebih terbiasa dengan hal-hal yang negatif. Mereka terlalu membanggakan budaya barat. Sehingga budaya barat yang begitu vulgar dapat begitu leluasa masuk dan berkembang melalui teknologi. Sehingga efeknya, budaya dalam negeri yang turun-temurun semakin lama hanya akan menjadi sebuah kenangan. Tidak hanya itu saja, bahkan budaya liberal yang sangat mengendalikan individualisme menjadi marak pada saat ini. Teknologi, kebenarannya tidak hanya menimbulkan efek negatif melainkan ada juga efek positifnya.Semua itu tergantung pada sumber daya
manusia yang bermutu.Sekarang ini, akibat produk modernisasi seperti televisi, HP ataupun internet, dapat kita lihat bahwa tak ada bedanya antara gaya hidup remaja di kota dengan remaja di desa. Pada hakikatnya, kemajuan teknologi dan pengaruhnya dalam kehidupan adalah hal yang tak dapat dihindari. Akan tetapi, para remaja sendiri harusnya dapat melakukan tindakan yang bijaksana terhadap dirinya sendiri agar kemajuan teknologi yang semakin dahsyat ini tidak sampai menggeser jati diri mereka yang memiliki norma dan juga nilai-nilai pekerti yang luhur. Ada baiknya jika kemajuan teknologi ini dapat mereka manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan secara bijaksana. Sehingga dapat memajukan diri sendiri, orang sekitar, telebih bangsa ini. Teknologi layaknya bumerang, bisa jadi alat yang bagus untuk menyerang lawan, namun juga bisa berbalik menyerang si pengguna apabila tidak bijak dalam pemakaiannya

F.     FAKTOR – FAKTOR MASUK NYA BUDAYA ASING

Ø  Kurangnya Penjagaan yang ketat di wilayah gerbang Indonesia.
Dalam gerbang wilayah Indonesia, sepertinya kurang adanya badan seleksi khusus yang bisa menyeleksi budaya-budaya asing negatif yang masuk ke Indonesia. Seperti masih banyaknya gambar serta video porno yang didatangkan dari luar.
Ø  Lifestyle yang berkiblat pada barat
Saat ini banyak masyarakat Indonesia yang meniru gaya hidup atau lifestyle orang-orang bule atau lebih berkiblat kebarat-baratan, yakni melakukan sex bebas, berpakaian mini, gaya hidup bebas tanpa ikatan atau biasa sering kita sebut dengan kumpul kebo. Istilah ini digunakan kepada pasangan yang bukan muhrimnya tetapi tinggal seatap tidak dalam tali pernikahan.
Di Indonesia gaya hidup ini tidak dibenarkan karena menyalahi beberapa norma yakni norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan. Sanksi yang diberikan bagi yang melanggar juga cukup berat terutama pada lingkungan sekitarnya. Orang-orang yang melakukan “kumpul kebo” atau tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan ini akan dipandang kurang pantas oleh warga sekitar. Sanksi yang diberikan masyarakat tidak berat tetapi cukup menyakitkan karena bisa-bisa akan mengucilkan orang yang melakukan kegiatan ini.

Ø  Penyalagunakan Tekhnologi
Seperti sempat kita bahas diatas bahwa pemanfaatan tekhnologi yang salah dapat mempermudah arus budaya asinya negatif yang masuk. Seperti Internet sekarang ini internet banyak disalahgunakan untuk hal-hal negatif, seperti ada situs porno, melakukan hal penipuan, dll. Orang-orang menyalahgunakan pemanfaatan tekhnologi ini denga cara yang tidak benar. Orang-orang bisa mengakses dengan mudah situs-situs porno yang mereka inginkan. Hal ini membawa dampak buruk bagi yang menikmatinya.

G.    ANTISIPASI BUDAYA ASING YANG MASUK
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki martabat serta harga diri bangsa yang tinggi sehingga jangan sampai bangsa ini rusak hanya karena pengaruh-pengaruh negatif dari pihak asing yang ingin menghancurkan mental generasi penerus bangsa kita. Ada beberapa tindakan antisipasi yang perlu dilakukan oleh generasi muda terhadap pengaruh asing yang sifatnya negatif diantaranya:
Ø  Bersikap kritis dan teliti
Sebagai penerus bangsa,kita harus bersikap kritis dan teliti terhadap hal-hal yang baru didatangkan dari luar, bagaimana kita bisa memfilter apakah hal ini bisa membawa dampak baik atau buruk bagi kita. Bersikaplah kritis terhadap sesuatu yang baru, banyak bertanya pada orang-orang yang berkompeten dibidangnya dan teliti apakah inovasi tersebut bisa sesuai dengan iklim indonesia dan pastikan tidak melanggar norma-norma yang berlaku di Indonesia.

Ø  Perluas Ilmu pengetahuan (IPTEK)
Sebelum budaya asing itu masuk sebaiknya kita telah mengetahui apa inovasi- inovasi yang masuk itu secara jelas dan rinci. Kita bisa mengetahui keguanaan hal itu secara keilmuannya, seperti situs jaringan facebook. Facebook saat ini sedang menjamur dikalangan masyarakat, dari berbagai usia semua menggunakan situs ini untuk menjalin tali silaturahmi yang telah lama terputus. Tetapi ada beberapa orang yang menyalahgunakan facebook sebagai ajang caci maki dan hina dina. Jika kita mengetahui fungsi awal facebook itu sendiri adalah untuk menjalin tali silaturahmi, kita tidak akan menyalahgunakan situs ini untuk berbuat yang tidak-tidak. Sehingga kita harus mengetahui terlebih dahulu fungsinya untuk apa dan manfaatnya seperti apa.
Ø  Harus sesuai dengan Norma-norma yang berlaku di Indonesia
Pengaruh budaya asing yang masuk terkadang tidak sesuai dengan noram-norma yang berlaku di Indonesia. Jika kita menyaksikan film-film luar, mereka menganut gaya hidup yang bebas dan jika diterapkan disini melanggar beberapa norma yang ada di Indonesia. Misalnya saja berciuman dimuka umum. Kita sering menyaksikan film-film barat yang melakukan adegan-adegan mesra di muka umum, hal itu tidak bisa diterapkan di Indonesia karena melanggar norma kesopanan. Biasanya di film-film barat, wanitanya berpesta dengan menggunakan pakaian mini sambil bermabuk-mabukan jika hal itu diterapkan di Indonesia, adat seperti itu tentu tidak sesuai jika kita terapkan di Indonesia.
Indonesia masih memegang adat ketimuran yang sangat kental sehingga masyarakat di sini hidup dengan aturan-aturan yang berlaku dan tentunya pantas sesuai dengan adat kesopanan. Walaupun Indonesia memiliki beriburibu pulau tetapi adat istiadat mereka selalu mengajarkan kebaikan dan tidak menganjurkan perbuatan buruk untuk dilakukan.
Ø  Tanamkan “Aku Cinta Indonesia”
Maksud dari simbol ini adalah bahwa adat istiadat yang ditularkan oleh nenek moyang kita adalah benar adanya dan dapat membawa manfaat yang baik bagi diri kita sendiri untuk masa kini dan kedepannya. Sehingga kita tidak mudah terbawa arus budaya asing yang membawa kita kepada dampak yang  negatif.

Ø  Meningkatkan Keimanan dan ketakwaan
Seperti telah kita bahas bahwa agama merupakan pondasi utama dalam diri yang bisa mengontrol diri kita kepada hawa napsu yang akan mengganggu kita kedalam jurang kenistaan. Agama sangat penting bagi kelangsungan umatnya. Apabila sesorang sudah terbawa kedalam kesesatan, agamalah yang menjadi penolong umatnya agar berubah kembali menjadi lebih baik.
Generasi muda yang pintar pasti bisa memilih mana sesuatu yang baik bagi dirinya mana yang tidak baik bagi dirinya. Terlihat didalam lingkungan sosialnya, keika ia terjun didalam lingkungan sosialnya ia menjadi individu yang bebas dan hanya dia yang bisa memilih ia ingin bergaul dengan siapa. Pribadi yang supel akan bisa membawa dirinya kepada siapa saja tetapi perlu diingat menyeleksi teman itu harus, karena pengaruh negatif dari pihak asing bisa datang dari siapa saja, baik dari teman, tekhnologi canggih ataupun apa saja . Sehingga kita sebagai orang timur wajib menjunjung tinggi norma dan adat ketimuran kita.













BAB III
KESIMPULAN
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian,bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
 Sebagai sistem pengetahuan dan gagasan, kebudayaan yang dimiliki suatu masyarakat merupakan kekuatan yang tidak tampak (invisble power), yang mampu menggiring dan mengarahkan manusia pendukung kebudayaan itu untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan pengetahuan dan gagasan yang menjadi milik masyarakat tersebut, baik di bidang ekonomi, sosial, politik, kesenian dan sebagainya.
Dengan demikian,  pendidikan menjadi instrumen kekuatan sosial masyarakat untuk mengembangkan suatu sistem pembinaan anggota masyarakat yang relevan dengan tuntutan perubahan zaman. Abad globalisasi telah menyajikan nilai-nilai baru, pengertian-pengertian baru serta perubahan-perubahan di seluruh ruang lingkup kehidupan manusia yang waktu kedatangannya tidak bisa diduga-duga. Sehingga dunia pendidikan merasa perlu untuk membekali diri dengan perangkat pembelajaran yang dapat memproduk manusia zaman sesuai dengan atmosfir tuntutan global. Penguasaan teknologi informasi, penyediaan SDM yang profesional, terampil dan berdaya guna bagi masyarakat, kemahiran menerapkan Iptek, perwujudan tatanan sosial masyarakat yang terbuka, demokratis, humanis serta progresif dalam menghadapi kemajuan jaman merupakan beberapa bekal mutlak yang harus dimiliki oleh semua bangsa di dunia ini yang ingin tetap bertahan menghadapi tata masyarakat baru berwujud globalisasi.


Berdasarkan beberapa pendapat di atas secara implisit menyatakan bahwa budaya belajar siswa mempunyai keterkaitan dengan prestasi belajar, sebab dalam budaya belajar mengandung kebiasaan belajar dan cara-cara belajar yang dianut oleh siswa. Pada umumnya setiap orang (siswa) bertindak berdasarkan force of habit (menurut kebiasaannya) sekalipun ia tahu, bahwa ada cara lain yang mungkin lebih menguntungkan.
Pengaruh  positif kebudayaan asing terhadap pelajar Indonesia:
Ø  Semakin cepatnya penguasaan tekhnologi oleh kalangan pelajar indonesia
Ø  Meningkatkan kreatifitas dan ruang berkarya pada Pelajar Indonesia
Ø  Mengenal budaya asing sebagai ruang pembelajaran
Ø  Proses pembelajaran dengan menggunakan homeschooling
Ø  Konsep pembelajaran menggunakan multimedia
Ø  Penggunaan bahasa asing
Budaya asing yang masuk ke indonesia membawa dampak yang cukup besar dalam kehidupan generasi muda Indonesia disaat ini. Dari semua budaya asing yang masuk menyusupi rangka kehidupan  tidak semuanya membawa dampak positif bagi generasi muda saat ini, untuk generasi muda harus dapat memilah-milah sendiri mana yang sebaiknya ditinggalkan dan mana yang masih dalam taraf nilai nilai lokal untuk kemudian diaplikasikan dalam kebudayaan lokal. Dalam menyikapi kebudayaan yang masuk, sudah barang tentu generasi muda harus berupaya menanggulanginya agar jati diri sebagai generasi muda penerus bangsa tidak rusak.
Banyaknya tindak kejahatan yang terjadi saat ini merupakan salah satu bukti dari gagalnya generasi muda membedakan baik buruknya budaya asing yang masuk.Tindak kriminal, narkoba,tawuran, perkosaan, pergaulan bebas terjadi karena generasi muda meniru kebudayaan asing yang menurut mereka sudah tidak tabu lagi untuk diikuti. Dalam hal ini pemerintah dan juga generasi muda mulai saat ini, seharusnya jangan begitu saja menerima budaya asing yang masuk agar generasi muda Indonesia tidak hancur dan generasi muda dapat membangun Indonesia menjadi salah satu negara yang maju tanpa sepenuhnya terpengaruh budaya asing.

Pengaruh kemajuan teknologi terhadap pelajar:
Kemajuan teknologi saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Kemajuan teknologi bukanlah hal yang baru di tahun milenium ini. Kemajuan teknologi berkembang sangat pesat dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Bahkan alat-alat canggih pun sekarang bukan menjadi kebutuhan sekunder lagi, melainkan sudah menjadi kebutuhan primer. Misalnya, teknologi informasi. Berbagai informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia kini dapat langsung diketahui berkat kemajuan teknologi (globalisasi). Tentu kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada di masyarakat.
Dampak teknologi ini lebih ditekankan pada kehidupan remaja karena merekalah yang lebih dekat dan lebih banyak berinteraksi dengan teknologi seperti televisi, HP, ataupun internet. Seperti Internet sekarang ini internet banyak disalahgunakan untuk hal-hal negatif, seperti ada situs porno, melakukan hal penipuan, dll. Padahal jika dilihat dari segi yang positif, mungkin masalah para remaja dalam hal belajar yang mereka dapati bisa teratasi. Para remaja dapat belajar apa saja dari kemajuan teknologi. Bahkan jika dimanfaatkan dengan baik, dapat merangsang interaksi, eksperimen, pertumbuhan mental dan sosial, memotivasi untuk berprestasi, dan memperluas cakrawala pengetahuan.
Faktor – faktor masuknya udaya asing:
Ø  Kurangnya Penjagaan yang ketat di wilayah gerbang Indonesia
Ø  Lifestyle yang berkiblat pada barat
Ø  Penyalagunakan Tekhnologi
Antisipasi terhadap pengaruh budaya asing:
Ø  Bersikap kritis dan teliti
Ø  Perluas Ilmu pengetahuan (IPTEK)
Ø  Harus sesuai dengan Norma-norma yang berlaku di Indonesia
Ø  Tanamkan “Aku Cinta Indonesia”
Ø   Meningkatkan Keimanan dan ketakwaan

1 komentar:

  1. Betway Sports Betting Review 2021 (2021) - Sporting 100
    Betway is an Australian bookmaker that has made a big name in the online 토토 사이트 추천 betting arena, you can see that Betway is one of the most popular brands

    BalasHapus